Sumber-sumber Hukum

Memahami sumber-sumber hukum adalah penting untuk mempelajari ilmu hukum. Istilah sumber hukum banyak memiliki arti, pemberian arti tersebut tergantung dari sisi orang melihatnya. Oleh sebab itu, memahami dalam arti yang mana istilah itu dipergunakan merupakan langkah yang penting. G.W. Paton dalam bukunya A Text book of Jurisprudence memberikan peringatan bahwa the term sources of law has many meanings and is frequent cause of erroe unless we scrutinize carefully the particular meaning given to it in any particular tex.

Para ahli di bidang kemasyarakatan (para sosiolog) melihat hukum sebagai salah satu gejala sosial yang tidak dapat dilepaskan dari gejala-gejala sosial lainnya. Hukum adalah subsistem dari sistem sosial yang lebih luas. Bagi ahli filsafat pandangan terhadap hukum sudah tentu berbeda dengan ahli kemasyarakatan.

Sumber hukum dalam arti sejarah, mengandung dua arti yaitu:

  1. arti sumber pengenalan hukum, yaitu semua bahan tertulis yang dapat mengenali hukum.
  2. arti sumber bahwa pembentuk UU memperoleh bahan dalam membentuk UU termasuk pengertian dari mana tumbuh hukum positif suatu negara.

Sumber hukum dalam arti sosiologis:

Sumber hukum adalah faktor yang menentukan isi dari hukum. Faktor tersebut dapat berupa keadaan ekonomi, politik, pandangan agama dan kepercayaan serta faktor psikologis.

Sumber hukum dalam arti filsafat:

Sumber hukum dipakai dalam dua arti, yaitu:

1. Sebagai sumber isi hukum

Aliran hukum kodrat/hukum alam yang rasionalistis memandang sumber isi hukum adalah kesadaran hukum suatu bangsa.

2. Sebagai sumber kekuatan mengikat dari hukum, yang menyangkut mengapa kita harus mengikuti hukum.

Istilah sumber hukum dapat diberi arti sumber hukum dalam arti materiil dan formal. Dalam arti materiil hukum sebagai sumber hukum yang menentukan isi hukum. Sedangkan dalam arti formal, hukum dilihat dari bentuknya, oleh karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlaku dan diketahui serta ditaati. Sumber hukum dalam arti formal berkaitan dengan masalah prosedur atau cara pembentukannya.

Sumber hukum dalam arti formal dipandang oleh ahli hukum lebih penting, baru kemudian memperhatikan sumber hukum dalam arti materiil. Sumber hukum dalam arti formal dapat dibagi menjadi tertulis dan tidak tertulis.

Sumber Hukum dalam Arti Materiil

Faktor-faktor yang ikut serta mempengaruhi atau menentukan isi hukum adalah:

a. Faktor ideal

Pedoman-pedoman yang tetap mengenai keadilan yang perlu ditaati oleh pembentuk UU atau lembaga hukum yang lain. Faktor ideal merupakan tujuan langsung dari aturan hukum. Hal ini dapat berubah karena faktor keadaan dan kebutuhan nyata dari masyarakat.

b. Faktor kemasyarakatan

Berasal dari keadaan nyata dalam masyarakat dan berpengaruh terhadap pembentukan hukum,yaitu:

1) Struktur ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
2) Kebiasaan yang berakar dalam masyarakat.
3) Hukum yang berlaku.

Hukum yang berlaku didasarkan pada waktu, tempat dan sasaran tertentu. Hukum yang berlaku tersebut tidak lepas dari hukum yang ada pada saat, tempat dan sasaran sebelumnya, dan dalam perkembangannya seirama dengan proses pertumbuhannya.

1) Tata hukum negara-negara lain

Hukum tidak selalu merupakan hasil dari suatu negara tertentu secara terpisah, tetapi hukum pada suatu negara sering kali terpengaruh oleh hukum yang berlaku di negara lain, yang merupakan proses ”peniruan” secara langsung ataupun tidak, sebagian atau keseluruhan.

2) Keyakinan tentang agama dan kesusilaan

Agama dan kesusilaan selalu berpengaruh pada keberadaan hukum. Hal tersebut disebabkan hukum tidaklah dapat dilepaskan dari nilai-nilai yang dipegang dan diyakini oleh masyarakat.

3) Kesadaran hukum

Kesadaran hukum yang mempengaruhi pembentukan hukum dimulai dari keyakinan yang dimiliki oleh tiap-tiap manusia sebagai anggota masyarakat untuk taat kepada hukum. Von Savigny, sebagai pelopor mazhab sejarah hukum berpendapat bahwa sumber dari hukum itu terdapat di dalam kesadaran hukum masyarakatnya.

Sumber Hukum dalam Arti Formal

Menunjuk pada kenyataan yang menimbulkan hukum yang mempunyai kekuatan berlaku atau mengikat setiap orang. Sumber hukum formal dapat dibagi dua yaitu:

a. Sumber hukum dalam arti formal yang tertulis, terdiri dari

1) Pancasila.
2) Undang-undang Dasar 1945 dan Amandemen ke I sampai dengan ke IV.
3) Traktat.
4) Putusan Hakim/Yurisprudensi.

b. Sumber hukum dalam arti formal yang tidak tertulis

Hukum formal yang tidak tertulis adalah Hukum Adat, kebiasaan yang ada dalam masyarakat melalui proses yang panjang secara bertahap dapat berubah menjadi hukum adat. [*]

Baca juga: Pengertian Hukum dan Sistem Hukum